Bencana tidak hanya lahir dari ancaman alam, tetapi juga dari keterpaparan, kerentanan, kapasitas masyarakat, pilihan pembangunan, dan tata kelola pemerintahan. Buku Administrasi Lingkungan dan Kebencanaan menawarkan kerangka integratif untuk memahami bagaimana risiko terbentuk serta bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mencegah, mengurangi, dan mengelolanya.Dengan menghubungkan administrasi publik, kebijakan, kelembagaan, tata ruang, perubahan iklim, AMDAL, disaster risk reduction (DRR), green governance, serta monitoring dan evaluasi, buku ini menjembatani konsep dengan praktik. Pembahasan kasus banjir rob Pekalongan, Program Citarum Harum, dan Room for the River di Belanda memperlihatkan bagaimana kebijakan diterapkan dalam konteks nyata.Disusun untuk mahasiswa, akademisi, praktisi pemerintahan, dan pemerhati kebencanaan, buku ini membekali pembaca untuk memetakan aktor dan risiko, merancang program, menyusun indikator, serta merumuskan kebijakan yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan.
ISBN:
Kode Buku: ALK-4
Jumlah Halaman: xvi + 296 Halaman
Dimensi: 15,5 x 23 cm
Prof. Dr. H. Engkus, S.E., M.Si. lahir di Ciamis pada 5 Juli 1962. Beliau merupakan akademisi dan Guru Besar dalam bidang Ilmu Administrasi Publik, dengan keahlian meliputi Administrasi Publik, Manajemen Pelayanan Publik, Kebijakan Publik, Etika dan Akuntabilitas Publik, Antikorupsi, serta Ekologi Administrasi.Perjalanan pendidikan tingginya dimulai di Universitas Padjadjaran Bandung, tempat beliau memperoleh gelar Sarjana (S1) bidang Administrasi Publik pada tahun 1987. Beliau kemudian menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Ekonomi dan Manajemen di Sekolah Tinggi Ekonomi STEMBI Bandung pada tahun 2006. Gelar Magister (S2) Ilmu Administrasi diperoleh dari Universitas Pasundan pada tahun 2001, sedangkan gelar Doktor (S3) Ilmu Sosial dengan peminatan Administrasi Publik diraih dari perguruan tinggi yang sama pada tahun 2012.Sejak tahun 1995, beliau aktif mengajar di berbagai perguruan tinggi di Bandung, bersamaan dengan pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Aktivitas akademiknya mencakup pengajaran, penelitian, dan penulisan karya ilmiah. Beliau juga mengajar di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, STAI Al-Jawami, Universitas Al-Ghifari, dan Universitas Garut. Pada tahun 2025, beliau resmi memperoleh jabatan akademik Guru Besar dalam bidang Ilmu Administrasi Publik.Selain menjalankan aktivitas akademik, beliau aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan, antara lain Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kabupaten Bandung sejak tahun 2012, Ketua DPP Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI) sejak tahun 2021, serta Ketua Pembina Yayasan Panengen Marga Insani sejak tahun 2022 hingga sekarang.Dedikasi dan pengabdiannya memperoleh sejumlah penghargaan, di antaranya Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia atas pengabdian selama 20 tahun (2005) dan 30 tahun (2014), penghargaan Dosen Program Studi Administrasi Publik Berkinerja Terbaik pada tahun 2022, serta Dosen Program Studi Administrasi Publik Terbaik pada tahun 2025.